Senin, 07 November 2011

Iedul Adha 1432 H


Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, momen hari Raya Iedul Adha 10 Dzulhijjah 1432 H tahun ini juga dilaksanakan secara meriah oleh seluruh kalangan umat Islam, tidak terkecuali masyarakat muslim di Solokuro. Walaupun tanpa kedatangan sanak family yang ada di rantau (yang tidak mudik lebaran) namun hari raya Iedul Adha tetap memiliki kesan tersendiri bagi kalangan masyarakat Solokuro, karena di hari raya inilah masyarakat menikmati makanan daging qurban bersama keluarga.


Jika dibandingkan dengan kondisi beberapa tahun yang lalu, hari Raya Iedul Adha bisa berarti merupakan moment terpenting dalam hal makanan. Karenan masyarakat bisa menikmati rasanya daging dalam satu tahun, sampai akan menikmati daging pada hari raya Iedul Adha tahun berikutnya. bisa dibayangkan, betapa daging merupakan makanan yang sangat istemewa bagi sebagian besar masyarakat Solokuro.


Namun itu adalah kejadian beberapa tahun yang lalu, disaat masyarakat Solokuro perekonomiannya belum semaju sekarang ini. Walaupun umumnya masyarakat Solokuro adalah petani yang memiliki hewan peliaraan namun jarang sekali mengkonsumsi hewan peliaraannya itu, melainkan hewan tersebut dijual untuk kebutuhan sehari-hari.


Pelaksanaan sholat Iedul Adha tahun ini sebagaimana tahun-tahun sebelumnya juga dilaksanakan di halaman gedung perguruan Muhammadiyah Solokuro. Selesai pelaksanaan Sholat, diumumkan jumlah hewan qurban yang disumbangkan oleh masyarakat Solokuro. Tahun ini warga muslim Solokuro yang melaksanakan sholat di lapangan Perguruan Muhammadiyah mendapatkan qurban 2 ekor sapi dan 23 ekor kambing. 


Seluruh hewan qurban tersebut selanjutnya disembelih dan dibagikan kepada masyarakat. Pelaksanaan penyembelian dan pengelolaan hewan qurban dilaksanakan secara bergotong royong dengan pembagian kerja yang berbeda. Ada yang bagian menyembelih biasanya dilakukan oleh para sesepuh atau tokoh-tokoh Muhammadiyah senior, bagian menguliti (nglulangi), motong tulang, nyuci brabas, menimbang dan bagian distribusi daging.



Kemeriahan Iedul Adha yang juga lazim disebut Iedul Qurban ini memang benar-benar membuktikan bahwa  qurban ini memiliki dua esensi ibadah sekaligus, yaitu disamping sebagai ibadah qashirah (individual) juga bernilai ibadah muta'addiyah (sosial). Semoga para kaum muslimin yang mendarmakan hewan qurban mendapatkan ganjaran dari Allah SWT serta masyarakat dapat berbahagia dengan menikmati kelezatan daging qurban bersama keluarga tercinta, amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar