Pada tanggal 15 Oktober 2011, Muhammadiyah Solokuro telah melaksanakan Musyawarah Ranting. Musyawarah Ranting ini memiliki peran strategis bagi keberlanjutan Muhammadiyah Solokuro ke depan. Diantara peran strategis Musran adalah pertama, sebagai ajang evaluasi dan koreksi tentang kinerja persyarikatan Muhammadiyah sehingga dapat memproyeksikan serta merumuskan langkah-langkah strategis Muhammadiyah di masa datang yang memiliki kompleksitas tantangan yang semakin berat, yang kedua, tentu regenerasi kepemimipinan ditubuh Muhammadiyah Ranting Solokuro.
Selama ini peran Muhammadiyah Solokuro diberbagai lini sudah tidak diragukan lagi. Peran paling menonjol tentu di dunia pendidikan. Muhammadiyah Solokuro begitu giat dalam mengembangkan pendidikan bagi seluruh masyarakat Solokuro , tidak hanya asal-asalan perguruan Muhammadiyah Solokuro telah menjelma menjadi lembaga yang begitu disegani karena kualitasnya sehingga menjadi lembaga pendidikan yang terpandang di daerah Solokuro dan sekitarnya.
Dalam memajukan lembaga pendidikan ini Muhammadiyah tidak bisa terlepas dari peran serta dukungan (swadaya) masyarakat. Dengan kesadaran dan keikhlasan masyarakat Solokuro bau membahu untuk memajukan lembaga pendidikan ini dengan cara memberikan sumbangan semampu mereka.
Selain di bidang pendidikan, peran Muhammadiyah pada kegiatan sosial juga tidak bisa dipungkiri mulai dari pengajian rutin sampai pengurusan jenazah. Peran Muhammadiyah pada sektor ini juga tidak bisa dianggap remeh, mengingat perkembangan dunia modern dengan berbagai seluk beluknya sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Solokuro. Kehadiran modernisasi dengan berbagai produk teknologi dikalangan masyarakat Solokuro tentu sesuatu yang sangat menggembirakan, tetapi perlu diingat kehadiran teknologi juga acap kali menjauhkan nilai-nilai kemanusiaan dan ke-Ilahian, dan itu yang harus diantisipasi oleh Muhammadiyah Solokuro dalam melaksanakan misi keumatan-nya.
Harapan dari kalangan masyarakat tentu dimasa datang peran Muhammadiyah diberbagai lini perlu ditingkatkan dan jika diperlukan keberadaan lembaga/ badan usaha sangat dibutuhkan urgensitasnya guna menopang perjuangan Muhammadiyah. Badan usaha ini akan bermakna penting untuk kemandirian dan independensi Muhammadiyah, disamping itu badan usaha ini nanti juga bisa memberdayakan ekonomi warga Muhammadiyah dan masyarakat Solokuro pada umumnya.
Setidaknya ekspektasi ini berpulang pada para pengurus Muhammadiyah baru nanti. Hasil Musran Muhammadiyah Solokuro telah didapatkan 9 orang formateur, yaitu : Bapak Ali Mahfud 2. Bapak. M Lazim 3. Bapak Lukman Hakim 4. Bapak Maulani. 5. Bapak M. Zainul 6. Bapak Abd. Hakim 7. Bapak M Syafi'i 8. Bapak Nurhadi 9. Bapak Mukran.
Formateur ini nanti yang dipercaya untuk menyusun kepengurusan Muhammadiyah dalam satu periode kepengurusan, dan pada hari Rabo, 26 Oktober telah mufakat bahwa Bapak Lukman Hakim yang terpilih menjadi Ketua Umum Muhammadiyah Ranting Solokuro.
Sedangkan dari organisasi otonom Muhammadiyah yaitu Aisyiyah telah terpilih 9 orang yang ditetapkan sebagai formateur, yaitu : 1. Ibu Mardliyah 2. Ibu Munadliroh. 3. Ibu Sa'adah 4. Ibu Yuli 5.Ibu Aminatun 6. Ibu Hj Nafiyah 7. Ibu Tutik 8. Ibu Siti Hidayah 9.Ibu Khoiriyatin
Acara Musran serta Musyawarah Aisiyah yang dihadiri oleh Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jatim Prof.Dr Tohiir luth itu telah menghasilkan kepengurusan baru, semoga Muhammadiyah dan Aisiyah dapat lebih meningkatkan kiprah perjuangan untuk kemaslahatan umat. Semoga !!!